Hampa?

Setiap tetesan air berbunyi gemericik merdu dalam keheningan. Tak satupun suara mereka yang senang bercanda tawa didepanku terdengar. Aku tak bisa menjamah topik konyolnya, apa guna. Di keramaian semu ini ku merasa sepi sendiri. Senyumku seolah meyakinkanku, aku disini tanpa kehadiranku. Bagaimana mereka bisa menikmati momen semacam ini. Sedangkan diriku tenggelam dalam pikiran kelamku. Tak ada yang berubah, sejak dari dulu pun aku semacam ini. Apa yang ingin aku gapai? apa ada?

Pesan?

Pesan singkatmu pernah mengisi hariku. Walau rasa terima kasih belum sempat tersampaikan. Aku suka senyummu, imajinasiku cukup mampu menggambarkan senyum kecilmu, yang masih mustahil untuk ku pandang di hadapanku.

Memulai dengan berhenti?

Segalanya terasa sangat mudah bagiku,
Anugerah yang hampa tanpamu.

Membiarkan ucapan kotor mereka mempengaruhi pikiranmu?
Manusia memang selalu mencampuri urusan manusia lain.

Atas semua itu, aku selalu menyukaimu.
Bahkan ketika aku tau tak dapat lagi bersama bagimu.

 
Copyright (c) 2016 Perlukah dibaca?.