Malam pun datang mengganti siang yang tak menyenangkan..
sedang bulan sepenuhnya tertutup hujan..
kemudian bagaimana dengan tanya yang dipikirkan..
apakah sore bisa mengganti pagi yang tak bisa menyelesaikan..
sepertinya belum terselesaikan bukan?..
lalu kepada siapakah jawaban nya kan ku temukan..
bukankah mudah untukku menjawab logaritma yang memuat soal dasar?..
lalu mengapa yang satu ini memakan hati dan perasaan..
Hampa?
Setiap tetesan air berbunyi gemericik merdu dalam
keheningan. Tak satupun suara mereka yang senang bercanda tawa didepanku
terdengar. Aku tak bisa menjamah topik konyolnya, apa guna. Di keramaian semu
ini ku merasa sepi sendiri. Senyumku seolah meyakinkanku, aku disini tanpa
kehadiranku. Bagaimana mereka bisa menikmati momen semacam ini. Sedangkan
diriku tenggelam dalam pikiran kelamku. Tak ada yang berubah, sejak dari dulu
pun aku semacam ini. Apa yang ingin aku gapai? apa ada?
Pesan?
Pesan singkatmu pernah mengisi hariku. Walau rasa terima kasih belum sempat tersampaikan. Aku suka senyummu, imajinasiku cukup mampu menggambarkan senyum kecilmu, yang masih mustahil untuk ku pandang di hadapanku.
Memulai dengan berhenti?
Segalanya terasa sangat mudah bagiku,
Anugerah yang hampa tanpamu.
Membiarkan ucapan kotor mereka mempengaruhi pikiranmu?
Manusia memang selalu mencampuri urusan manusia lain.
Atas semua itu, aku selalu menyukaimu.
Bahkan ketika aku tau tak dapat lagi bersama bagimu.






