Mau bertaruh berapa besar bahwa diriku ini paham benar bila kamu memang selalu mengutamakan proses. Bukan dari awal, bukan dari nol. Kita memulai ketika kita berhenti.
Logikanya bagai berhitung, 1... 2... 3... dan berhenti di 4. Aku akan memulai dengan 5. Iya. Fase selanjutnya.
Sebuah proses pasti berakhir. dan dilanjutkan oleh proses yang selanjutnya, dan selanjutnya, dan selanjutnya.
Namun jangan dulu akhiri patah hatimu. Tunggu.
Ketika aku mengakhiri keraguanku...
Terjamin sudah akhir dari penantianmu.
Persilahkan diriku sebagai bayangan bumi yang membentuk langit malam menjadi panggung untukmu bersinar.
njir susah juga ya nulis ginian. gaada nyambung2nya mendingan aku nulis yang absurd2 aja dah...
Jangan request napa :(
Logikanya bagai berhitung, 1... 2... 3... dan berhenti di 4. Aku akan memulai dengan 5. Iya. Fase selanjutnya.
Sebuah proses pasti berakhir. dan dilanjutkan oleh proses yang selanjutnya, dan selanjutnya, dan selanjutnya.
Namun jangan dulu akhiri patah hatimu. Tunggu.
Ketika aku mengakhiri keraguanku...
Terjamin sudah akhir dari penantianmu.
Persilahkan diriku sebagai bayangan bumi yang membentuk langit malam menjadi panggung untukmu bersinar.
njir susah juga ya nulis ginian. gaada nyambung2nya mendingan aku nulis yang absurd2 aja dah...
Jangan request napa :(






0 komentar:
Posting Komentar